Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Penyebab Terjadinya Kerusakan Iman Seorang Muslim

Al-Imam Ibnu Taimiyah (661 H - 728 H/ 1263 M-1328 M), seorang Ulama dibidang Usluhuddin berkata; “Iman adalah Aqidah dan amal, sebab itu ia bertambah dan berkurang.”  Keimanan dapat diibaratkan sebatang pohon yang memerlukan siraman pupuk dan penjagaan dari hama. Siraman iman ialah nasihat-nasihat agama, pupuknya adalah ibadah, dan hamanya yaitu segala perbuatan dosa. Hama atau perusak iman dapat berasal dari dirinya sendiri (intern) dan dari luar atau pengaruh lingkungan (ekstern).  Ada beberapa perbuatan yang dapat merusak Iman seorang Muslim:  1. Riya’ (Pamer)  Dikatakan Riya’ apabila seseorang berbuat baik, tetapi ditampakan buat orang lain dengan maksud agar orang lain memuji perbuatan tersebut. Riya’ dapat terjadi sebelum berbuat, ketika sedang berbuat, dan dapat pula sesudah berbuat. Sifat Riya’ dapat di ketahui melalui sikap, ucapan, maupun perbuatan itu sendiri.  Islam mengajarkan kepada kita agar dalam melakukan perbuatan baik didasari deng...

Macam-Macam Najis Dan Tata Cara Mensucikannya

                               Macam-macam najis dan cara mensucikannya Pengertian najis Najis menurut lughot (bahasa) adalah: Setiap sesuatu yang dianggap menjijikkan meskipun secara maknawi, seperti sifat kibir dan ujub ataupun suci seperti ingus. Adapun najis menurut syara’ adalah: “Perkara yang dianggap menjijikkan (menurut syara’) yang dapat mencegah sahnya shalat sekira tidak adanya perkara yang meringankan”. Perkara yang menjijikkan yang dapat mencegah sahnya shalat salah satunya adalah air seni. Air seni najis hukumnya, dikarenakan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan untuk menyiramkan air di atas air seni di dalam hadits yang menceritakan tentang orang A’robi (orang pedalaman di arab) yang buang air kecil di dalam masjid. Adapun maksud dari tidak adanya perkara yang meringankan ialah seperti orang yang b...